Oleh: Ella Herlany M.
Apa hubungan antara membeli sebatang rokok dengan akses data 3G/HSDPA? kalau dulu orang ke warung atau ke tukang kaki lima untuk membeli rokok dalam jumlah satuan atau batangan kini mengakses data via jaringan 3G pun bisa dibeli dalam volume sedikit atau bahasa lainnya beli dengan jumlah ketengan.
Kalau kita lihat terutama satu tahun terakhir semakin banyak vendor perangkat telepon genggam yang mengeluarkan handset 3G dengan harga yang semakin terjangkau, bahkan GSMA (asosiasi operator GSM seluruh dunia) meluncurkan suatu proyek yang dikenal dengan 3G for all. Dimana mereka mengadakan kampanye pengadaan handset 3G yang bisa terjangkau bagi masyarakat banyak dan program tersebut akhirnya dimenangkan sebuah vendor ponsel dari korea. Dan mulai pertengahan 2007 mereka sudah memasarkan perangkat ini secara global.
Dengan semakin banyaknya handset 3G dengan harga yang terjangkau, kini akses mobile internet makin selangkah lebih mudah untuk dinikmati masyarakat secara luas. Banyak yang bisa dilakukan dengan telepon genggam yang sudah memiliki kemampuan data 3G atau HSDPA ini, cukup disambungkan ke laptop maka konsumen dapat menikmati broadband internet dari mana saja dan apabila browser di telepon genggam tersebut cukup bagus kita bisa memanfaatkan internet langsung di handphone tersebut. Benar-benar merupakan internet on the go.
Beragam aplikasi yang bisa diakses dari handphone 3G ini dan dari mana saja selama ada cakupan, mulai dari e-mail, chatting, browsing dan yang beberapa tahun terakhir ini jadi trend yaitu aplikasi social networking (facebook, friendster, multiply, dll) dan bukan tidak mungkin aplikasi seperti ini yang menggerakan permintaan akan data 3G kedepannya.
Namun handset dengan kemampuan 3G saja tidak lah cukup, karena kalau tidak diimbangi dengan biaya akses yang terjangkau kemampuan data 3G di handset hanya akan mubazir. Untuk itu diperlukan kejelian operator dalam hal membuat paket data/akses yang bisa melayani berbagai segmen pengguna.
Ada beberapa pendekatan yang dilakukan oleh operator dalam menjual kemampuan jaringan 3G nya dipasaran, ada yang menjual paket berdasarkan kuota volume yang di download, ada yang menjual berdasarkan kecepatan akses tanpa melihat jumlah yang dipakai (unlimited), atau berdasarkan waktu (time-based). Namun sebagian besar paket yang dijual ini memerlukan komitmen berlangganan yang beragam, harga berlangganannya dimulai dari sembilan puluh sembilan ribu sampai diatas lima ratus ribu per bulannya. Minimum komitmen ini yang menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Alasannya karena penggunaan mereka perbulannya belum tentu bisa mencapai minimum kuota atau memang bujet buat pulsa yang terbatas tidak memungkin mereka untuk bisa berlangganan paket-paket tersebut.
Namun kini ada mulai ada beberapa operator yang jeli menangkap peluang di segmen pasar ini, yaitu dengan menyediakan paket data 3G dalam denominasi kecil. Saat ini terdapat paket yang bahkan bisa diakses cuma dengan mengeluarkan uang lima ribu perak. Dengan mengeluarkan uang sebesar ini konsumen dapat menggunakannya untuk browsing, mengecek email, dan chatting. Penggunaannya bisa dengan disambungkan ke laptop (sebagai modem) atau diakses langsung dari browser yang terdapat di telepon genggam tersebut. Apalagi kini semakin banyak website yang mendukung mobile web.
Memang saat ini jaringan 3G/HSDPA masih terkonsentrasi di wilayah Jawa-Bali-Sumatra dimana penentrasi telepon seluler bisa dikatakan sudah hampir mencapai level maturity sehingga 3G diperlukan sebagai inovasi baru penggerak demand. Namun bukanlah tidak mungkin kedepannya ekspasi jaringan 3G/HSDPA ini bisa ke pulau-pulau lain di luar Jawa, Bali, Sumatra apabila memang terbukti permintaan akan akses data 3G ini cukup besar dan menciptakan market size yang menggiurkan. Bukan tidak mungkin justru paket-paket yang volume kecil ini justru yang bisa jadi sumber pertumbuhan bagi pasar data 3G, karena kecilnya komitmen uang yang harus dikeluarkan pelanggan diawal dan tiap bulannya dan pembelian bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan.
Dengan semakin tersedianya handset 3G/HSDPA yang semakin terjangkau dan ketersedian paket mengakses data yang murah semakin memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses internet, sehingga kedepannya diharapkan information society akan lebih mudah terwujud di Indonesia, karena bagaimanapun informasi adalah hak semua masyarakat.